Rabu, 04 Juli 2018

KEMATIAN

Rabu, 20 Juni 2018. Saya tdk pernah menyangka, hari itu akan menjadi hari terakhirku melihat mamiku, ibu kandung yang melahirkan dan membesarkanku. Meski saya tahu, stroke yang menimpanya delapan tahun yang lalu cukup membuatnya menderita selama ini dan saya sudah mengikhlaskan diri andai suatu saat harus berpisah dengannya, tetap saja ketika hal itu benar-benar terjadi saya shock dan sangat terpukul. Ternyata kehilangan itu rasanya sakit sekali.

Otakku blank. Berhari-hari mataku tdk berhenti menangis. Saya juga tiba-tiba menjadi sangat benci melihat seragam kantor, laptop, kumpulan buku~novel, mesin jahit, peralatan salon. Saya berpikir, karena semua hobi/kesenangan dan ambisi itulah waktuku bersama mamiku menjadi sangat terbatas. Meskipun di setiap weekend saya masih meluangkan waktu mengajaknya jalan-jalan keliling kota atau sekedar mencari tempat makan yang enak, namun itu hanya dalam hitungan jam saja. Saya jadi tdk punya cukup banyak waktu untuk menemani beliau.

Kesedihanku yang berlarut-larut lebih disebabkan rasa bersalahku karena tdk benar-benar mengurus dan menemani mamiku, hingga akhirnya maut menjemputnya. Saya menemani di dekatnya sambil memegang dan mengecup tangannya, justru pada saat dia sedang berada dalam proses sakaratul maut. Saya menuntunnya berdzikir, justru pada saat bibirnya sudah nyaris susah digerakkan. Saya mengurus dan memandikannya, justru pada saat dia sudah menjadi jenazah yang terbujur kaku. Dan penyesalan itu jauh lebih sakit daripada sekedar kehilangan.

Namun kembali lagi, kematian adalah takdir yang akan menghampiri setiap orang. Kematian, rahasia Tuhan yang tdk bisa diramalkan kapan datangnya. Tua-muda, sakit-sehat, sewaktu-waktu ajal bisa datang menjemput tanpa diduga. Tugas kita sebagai manusia hanya mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal ibadah untuk bekal di akherat kelak.

Sabtu, 19 Mei 2018

SEGERA TERBIT

Aku ingin hidup. Masih terlalu banyak impian yang harus kuwujudkan. Tapi mengapa penyakit mematikan ini memilih tubuhku? Adakah secercah harapan yang bisa melawan takdir hidupku ini?

THE TEARS, sebuah novel yang diangkat dari lembaran kisah perjuangan hidup Achy, seorang model terkenal yang divonis menderita AIDS dan umurnya hanya dalam hitungan jari. Dia cantik, muda, populer, dan punya segudang impian yang ingin dikejarnya. Namun virus mematikan itu terlanjur bersarang di tubuhnya.

Novel ini memperlihatkan bagaimana perjuangan seorang penderita HIV melawan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Menunjukkan bagaimana usahanya untuk tetap hidup dan berkejaran dengan virus HIV yang terus menggerogoti tubuhnya. Dan bagaimana kepedihannya bertahan hidup diantara lingkungan yang menolak kehadirannya. Banyak hikmah, airmata, semangat, dan petuah indah yang bisa ditemukan di novel ini.

THE TEARS memberikan gambaran bagaimana dilema kehidupan seorang penderita AIDS. Juga mengajarkan bahwa menikmati masa muda yang selalu tergoda mencoba segalanya, tak harus bersentuhan dengan freeseks, narkoba, dan hal negatif lainnya. Menyikapi gejolak jiwa muda tak harus berlebihan, ada batas yang tak boleh dilanggar. Dan mengajarkan kita untuk lebih menghargai hidup, sebelum penyesalan itu datang belakangan.

Bergabung di Bank Muamalat

Rupanya disinilah petualangan kerjaku berakhir. Berkarir di dunia perbankan, sesuai dengan keinginanku. Apalagi tugas dan tanggung jawabku tdk jauh-jauh dari urusan internal control ~ audit.

Selain itu, karena bekerja di lingkungan Bank Muamalat bisa membuatku merasakan seperti apa bekerja sambil tetap ibadah lancar. InsyaAllah saya akan berkarir disini hingga saatnya pensiun nanti, tdk berpetualang lagi ke perusahaan lainnya seperti sebelumnya.

Selingan Bisnis

Saya suka bisnis, meskipun skala kecil. Kita bisa membuka lapangan kerja buat orang lain, sekaligus selingan ketika jenuh dengan rutinitas kantor.

Nah, setelah waktu itu saya sempat membuka usaha food franchise di mall, yg kemudian saya tutup setahun kemudian, saya membuka bisnis kecil-kecilan 2 unit ayam Kfc. Dua tahun berselang, saya tutup dan beralih ke dunia kecantikan. Agak kurang nyambung memang hehe ..

Selepas jam kantor dan di tiap libur weekend, saya berkarya ~ lebih tepatnya mencoret-coret wajah orang. Sekedar menyalurkan hobi di bidang persalonan hehe.. belum bisa benar-benar ditekuni, karena waktu dan tenagaku terforsir juga untuk kantor.

Petualangan Kerja

Saya mau bercerita dikit, ke mana menghilangnya diriku (dari blog) selama ini. Jadi beberapa tahun lalu, ketika memutuskan resign dari Indosat, saya hijrah ke Jakarta. Banyak hal terjadi ~ pasang surut kehidupan selama di Jakarta, saya rasakan. Hingga setahun kemudian, saya memutuskan meninggalkan ibukota, yang menurutku agak kurang ramah kehidupan di sana.

Saya menerima tawaran kerja sebagai Accounting maskapai Sriwijaya Air. Dua tahun bekerja di sini, saya memutuskan resign dan pindah menjadi Finance Artha Graha Group. Namun hanya bertahan dua tahun juga, saya memutuskan pindah kerja lagi. Kali ini beralih ke sektor perbankan. Bank Muamalat.

All about Bank Muamalat, akan berlanjut di cerita berikutnya. Ini saya share foto-foto kebersamaan ketika masih menjadi keluarga besar Indosat, lalu bergabung dengan Sriwijaya Air, dan beralih ke Artha Graha Group. Jejak masa lalu tdk perlu dihilangkan kan?

Comeback

Ternyata sudah begitu lamanya blog ini kutinggalkan.Hampir delapan tahun. Dikarenakan kesibukan rutinitas kantor yg seakan tdk ada habisnya, terlebih setelah partner kerjaku seruangan di kantor memutuskan resign dan saya harus single fighter menyelesaian semua. Waktu senggang seakan menjadi barang langka buatku.

Pun berimbas pada karyaku. Dulu, saya bisa menjadi penulis yang produktif. Tak ada waktu tanpa menulis. Hampir tiap tahun bisa launching karya baru. Tapi kini, boro-boro nulis novel, nulis artikel atau cerpen saja hampir tdk pernah lagi. Waktuku habis hanya untuk kerja dan melakoni berbagai peran.

I'm comeback now. Tahu penyebabnya? Yup .. percaya atau tdk, ini karena perkenalan ~ pertemuan tak sengaja dengan seseorang. Namanya Roro Yuliana Purwanti. Perempuan aktif yang smart dan berwawasan luas, menurutku. Bersama beliau, saya bisa nyambung ngobrol panjang lebar tanpa kehabisan bahan. Nah, dari ngobrol-ngobrol itulah, banyak pelajaran berharga, masukan, dan motivasi saya dapatkan. Diantaranya :

- lebih baik meninggikan gunung, daripada meratakan lembah. Ya, maksudnya kira-kira begini, gali dan temukan apa yang benar-benar menjadi bakat/minat kita lalu fokus disitu agar menjadi kekuatan kita.

- kalau ingin bakat kita terasah dengan baik, jangan pernah mencari-cari alasan, misal tdk ada waktu dll. Carilah dan sempatkan waktu setiap harinya, sesibuk apapun, untuk mengasah bakat itu.

Beliau juga secara tdk langsung mendorongku untuk aktif berkarya lagi. Sayang kalau bakat/kemampuan disia-siakan. Dari situlah, aku bertekad mulai aktif menulis lagi. Sesibuk apapun, akan kusempatkan waktu setiap harinya untuk menulis, termasuk nulis di blog hehe .. syukur-syukur bisa launching karya lagi sesegera mungkin.

Rabu, 16 Mei 2018

Karya Ketujuh ~ Novel : MORE THAN LOVE



Judul : More Than Love
Penulis : Astuty Natalia A.T
Jumlah Halaman : 233
Published Date : Bitread Books, 2015

More Than Love bercerita tentang Naya, gadis manja dan polos yang tanpa pikir panjang memutuskan menikah dengan seorang laki-laki dewasa bernama Arya, hanya lewat perkenalan singkat. Cinta, itu alasan Naya memilih menikah dengannya. Liku-liku kehidupan berumah tangga pun dilaluinya. Perbedaan pola pikir, perselisihan pandangan, pertentangan ego, cemburu, dan harga diri yang tercabik mewarnai hari-harinya. Di puncak keputus-asaannya, Naya tersadar, dia sudah mengambil keputusan yang salah dan terburu-buru.

Sebab, mahligai perkawinan ternyata tak hanya butuh kata cinta semata. Ternyata, kenyataan pernikahan tak seindah impian sebelumnya. Dan ternyata, laki-laki yang dipilihnya atas nama cinta, tak benar-benar memberikan cinta yang indah untuknya. Kini bersama buah cinta yang tengah dikandungnya, Naya berada di ujung persimpangan, tetap bertahan dengan siksaan batin yang terus menderanya atau melangkah pergi meninggalkan istana cinta yang baru saja dibangunnya?

Karya Keenam ~ Kumpulan Cerpen : SILUET



Judul : Siluet
Penulis : Astuty Natalia A.T
Jumlah Halaman : 292
Berat Buku : 250 gram
Dimensi( pxl ) : 180 mm x 130 mm
Published Date : November 2010
Sinopsis :
Besok aku akan pergi. Berkelana. Meneruskan perjalanan mencari mimpi-mimpiku, mencari sosok yang hilang. Hatiku bergetar. Berusaha kucerna arti kalimat mencari sosok yang hilang, apakah Evilla? Dia masih terobsesi pada gadis di masa lalunya itu. Lalu apa arti keberadaanku di sisinya? Kuawasi gerak cowok di hadapanku itu dengan hati belah.
Kini gundah pun berloncatan di relung hatiku, tanpa sanggup kucegah. Ada lengang yang bakal mengurungku. Menyakitkan sekali. Tanpa sadar, perkembangan perasaanku sudah semakin jauh .


Kumpulan cerpen ini tentang perempuan dan dilema kehidupannya.
Perempuan dengan berbagai kisah berbeda. Perempuan dengan kekuatannya menyikapi masalah yang datang silih berganti. Perempuan dengan kegigihannya mengejar cita dan cinta.
Kisah-kisah ini mengajarkan pada kita bagaimana memandang kehidupan dari sudut pandang seorang perempuan. Sudut pandang unik yang sarat kelembutan kasih, sentuhan cinta, embusan kesedihan, dan ketegaran hati.

Karya Kelima ~ Novel : CRUEL LOVE

Penulis : Astuty Natalia A.T

Tebal : 128 hlm

Penerbit : Gagasmedia, Jakarta, November 2007

Bercerita tentang Gadis yang tergila-gila dengan kekasihnya, Joe. Sayang, cinta itu malah menyeretnya menuju kehancuran. Joe terlalu posesif dan kasar. Hingga saat mereka berpisah, sakit hati dan kenangan tentang Joe terus tersimpan di dalam hati Gadis. Berubah menjadi obsesi yang menuntutnya mengejar cinta Joe kembali. Dalam pencariannya, Gadis berkenalan dengan seorang lelaki. Dia yang mengajari Gadis bahwa cinta itu sebenarnya lembut. Kekerasan apa pun tak layak bertamengkan cinta. Kini pertanyaan yang muncul : maukah Gadis melepaskan perasaannya kepada Joe dan jatuh ke pelukan laki-laki itu?

Membaca novel ini mengajak kita untuk membuka mata mengenai apa yang sering kali terjadi di antara dua insan yang sedang dimabuk asmara. Dimana berhubungan seks di luar nikah dijadikan alasan sebagai bukti cinta terhadap pasangannya. Apa yang terjadi kemudian adalah suatu penyesalan yang mendalam.

Melalui novel ini, kita bisa melihat begitu kerasnya usaha Gadis dalam memperjuangkan harga diri dan cintanya yang telah dicampakkan oleh Joe. Dengan penuturan yang sangat tidak menggurui, satu hal penting yang harus diperhatikan adalah jangan mudah terbuai oleh indahnya cinta.

Karya Keempat ~ Novel : Game of Heart

Penulis : Astuty Natalia A.T Tebal : 295 hlm

Penerbit : Diva Press, Yogyakarta, Desember 2006

Cinta bukanlah bagaimana mencintai seseorang yang sempurna, tapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna secara sempurna ... Neta, novelis muda terkenal, begitu mempersetankan arti cinta. Baginya, cowok hanyalah obyek afeksinya. Bila naskah telah usai, maka usai pula affairnya dengan para cowok itu. Namun Rey – cowok aneh penderita epilepsi – yang kerap hadir dalam mimpi-mimpinya mendobrak segalanya. Rey mampu mematahkan egoisme Neta selama ini terhadap makna cinta dan pernikahan. Dan Neta hampir saja menuntaskan novel terakhirnya tentang Rey, justru pada saat sesuatu terjadi pada laki-laki itu!

Karya Ketiga ~Kumpulan Cerpen : MENYISIR RINDU

Penulis : Astuty Natalia A.T Tebal : 192 hlm

Penerbit : Cakrawala, Jakarta, Maret 2005)

Ada apa dengan cinta dan perempuan? Ada : Keinginan untuk diperhatikan Perasaan terluka karena diabaikan Perasaan tak rela ketika cintanya harus terbagi Lalu pengabdian dan bakti yang tanpa henti Juga cemburu Apa pun warnanya, semua ada di buku ini Mengharukan, menggelitik, mengundang tawa, sekaligus mengajak anda memaknai lebih dalam, cinta dan perempuan.

Menyisir Rindu. Sebuah antologi cantik, kumpulan cerpen dari beberapa pengarang terkenal. Sebuah karya tentang cinta dan perempuan, diperuntukkan bagi Aceh yang luluh lantak akibat tsunami.

Karya Kedua ~ Kumpulan Cerpen : SANDIWARA BIRU

Penulis : Astuty Natalia A.T Tebal : 252 hlm

Penerbit : Diva Press, Yogyakarta, Mei 2005

Nggak mungkin!

Aku nyaris terpekik. Bola mataku serasa mau meloncat keluar. Kukerjap-kerjapkan mata. Kuamati gadis yang sumringah di hadapanku. Wajah bulat bening bagai bulan. Sepasang telaga indah tersenyum di sana. Tatapan yang menyejukkan. Sepertinya, aku pernah begitu dekat dengannya, tapi bayangan itu samar. Di mana. Entah kapan….

Begitulah salah satu penggalan kisah mengharukan dan mendebarkan dalam kumpulan cerpen ini. Sebuah kumpulan kisah yang menilik berbagai permasalahan sosial yang terjadi setiap hari di sekitar kita. Dilengkapi dengan ayat-ayat kehidupan. Sangat baik untuk dibaca.

Karya Perdana ~ Novel : KISAH INDAH VENA MARS

Penulis : Astuty Natalia A.T Tebal : 283 hlm Penerbit : Diva Press, Yogyakarta, Februari 2005

“Ngejar cewek itu seperti ngejar bayanganku sendiri. Makin dikejar, dia lari dan berada di depanku. Jadi lebih baik aku berhenti. Biar saja mereka yang ngejar aku.” Mars kepada hatinya sendiri. “Terserah. Kalimat inilah yang paling kubenci. Terlalu lemah untuk ukuran seorang cowok. Apa-apa terserah. Selalu menurut. Lamban dalam mengambil keputusan. Pada hal-hal terkecil sekalipun. Aku tak suka itu!” Vena kepada batinnya sendiri. Kisah yang ringan, lucu, dan mengharu biru. Tentang seorang Vena dan seorang Mars. Dua orang yang berasal dari kutub berbeda dan dipersatukan oleh satu kata : cinta!